Karakteristik Peserta Didik

Nama : CHI-CHI FITRIANI
Nim : 12001346
Kelas : PAI 4i 
Makul: Magang 1
Dosen Pengampu: Farninda Aditya, M.Pd.


       Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

   Alhamdulillah pada kesempatan kali ini disini saya akan menyampaikan sedikit tentang hasil bacaan saya mengenai 
" Karakteristik Perserta Didik "


      Jadi bahwasanya adapun mengenai Karakteristik Perserta didik sendiri disini dimaksudkan sebagai totalitas kemampuan dan perilaku yang ada pada pribadi mereka sebagai hasil dari interaksi antara pembawaan dengan lingkungan
sosialnya, sehingga menentukan pola aktivitasnya dalam mewujudkan harapan dan meraih cita-cita. aspek-aspek atau kualitas individu siswa. Aspek-aspek berkaitan dapat berupa bakat, minat, sikap, motivasi belajar, gaya belajar, kemampuan berpikir dan kemampuan awal yang telah dimilikinya. Setiap manusia memiliki karakteristik yang berbeda-beda. ciri dari kualitas perorangan peserta didik yang ada pada umumnya meliputi antara lain kemampuan akademik, usia dan tingkat kedewasaan, motivasi terhadap mata pelajaran, pengalaman, keterampilan, psikomotorik, kemampuan kerjasama, serta kemampuan sosial. untuk mengenali ciri-ciri dari setiap peserta didik yang nantinya akan menghasilkan berbagai data terkait siapa peserta didik dan sebagai informasi penting yang nantinya dijadikan pijakan dalam menentukan berbagai metode yang optimal guna mencapai keberhasilan kegiatan pembelajaran.

      untuk manfaat dari memahami karakteristik peserta didik ini sendiri terutama di dalam kelas, itu misalnya bisa Mendapat gambaran yang lengkap tentang kemampuan awal siswa sebagai landasan untuk mencapai keberhasilan pembelajaran yang optimal, Mengetahui jenis pengalaman yang telah dimiliki oleh siswa sehingga bisa memberikan materi secara tepat lewat contoh atau ilustrasi. Dengan begitu, mereka bisa lebih mudah menerima dan menyerap pengetahuan baru yang diberikan, Mengetahui latar belakang sosial dan budaya siswa, contohnya tingkat pendidikan orang tua, sosial ekonomi, atau dimensi kehidupan lainnya, agar bisa disesuaikan dengan metode yang efisiens, Mendapat informasi tentang tingkat pertumbuhan dan perkembangan siswa, baik jasmani maupun rohani, yang berpengaruh terhadap keberhasilan dan cara belajar mereka, Mengetahui aspirasi dan kebutuhan siswa sehingga dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih tepat, Mengetahui tingkat penguasaan pengetahuan yang sudah diperoleh siswa sebelumnya, Mendapat gambaran tentang tingkat penguasaan bahasa siswa, baik secara lisan maupun tertulis, yang bisa jadi pertimbangan dalam menyajikan materi, dan juga dapat Mengetahui sikap dan nilai yang ada dalam diri siswa, sebab hal ini dapat dijadikan pertimbangan untuk merencanakan pengajaran.

      Disini adapun Karakteristik dalam peserta didik sendiri ialah meliputi seperti 
-  yang pertama ada Etnik
     Implikasi dari etnik ini sendiri, pendidik dalam melakukan proses pembelajaran perlu memperhatikan jenis etnik apa saja yang terdapat dalam kelasnya. Data tentang keberagaman etnis di kelasnya menjadi informasi yang sangat berharga bagi pendidik dalam menyelenggarakan proses pembelajaran.
-   Kultural
     Budaya yang ada di masyarakat kita 
sangatlah beragam, seperti kesenian, kepercayaan, norma, kebiasaan, dan adat 
istiadat. Peserta didik yang kita hadapi mungkin berasal dari berbagai daerah yang tentunya memiliki budaya yang berbeda-beda sehingga kelas yang kita hadapi kelas yang multikultural.
Implikasi dari aspek kultural dalam proses pembelajaran ini pendidik dapat 
menerapkan pendidikan multikultural.
pendidik dalam melakukan proses pembelajaran harus mampu mensikapi 
keberagaman budaya yang ada di sekolahnya/kelasnya.
-  Status Sosial
    Peserta didik pada suatu kelas biasanya berasal dari status sosial-ekonomi yang berbeda-beda. Dilihat dari latar belakang pekerjaan orang tua, di kelas kita terdapat peserta didik yang orang tuanya wira usahawan, pegawai negeri, pedagang, petani, dan juga mungkin menjadi buruh.
peserta didik yang berasal dari 
keluarga ekonomi mampu, ada yang berasal dari keluarga yang cukup mampu, 
dan ada juga peserta didik yang berasal dari keluarga yang kurang mampu.
Peserta didik dengan bervariasi status ekonomi dan sosialnya menyatu untuk 
saling berinteraksi dan saling melakukan proses pembelajaran. Perbedaan ini 
hendaknya tidak menjadi penghambat dalam melakukan proses pembelajaran.
-   Minat
     Minat dapat diartikan suatu rasa lebih suka, rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas. disini saya mengutip pendapat seorang ahli bernama Hurlock (1990: 114) yang menyatakan bahwa minat merupakan suatu sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan yang dipilihnya. Apabila seseorang melihat sesuatu yang memberikan manfaat, maka dirinya akan memperoleh kepuasan dan akan berminat pada hal tersebut. minat seseorang khususnya minat belajar peserta didik memegang peran yang sangat penting. Sehingga perlu untuk terus ditumbuh kembangkan sesuai dengan minat yang dimiliki seorang peserta didik. Dengan dimilikinya minat belajar yang tinggi oleh 
peserta didik maka hasil belajar tentunya akan menjadi lebih baik.
-    Gaya belajar
disini ada dua definisi Gaya belajar menurut Masganti (2012: 49) didefinisikan sebagai cara yang cenderung dipilih seseorang untuk menerima informasi dari lingkungan dan memproses informasi tersebut. dan juga DePorter dan Hemacki dalam Masganti (2012; 49) gaya belajar adalah kombinasi dari cara menyerap, mengatur dan mengolah informasi.
Gaya belajar peserta didik merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dalam melakukan proses pembelajaran karena dapat mempengaruhi proses dan hasil belajarnya. 
-    Motivasi
    Motivasi telah banyak didefinisikan oleh para ahli, diantaranya oleh Wlodkowski 
(dalam Suciati, 1994:41) yaitu suatu kondisi yang menyebabkan atau 
menimbulkan perilaku tertentu, dan yang memberi arah dan ketahanan 
(persistence) pada tingkah laku tersebut. 
Motivasi kadang timbul dari dalam diri 
individu itu sendiri (motivasi instrinsik dan kadang motivasi itu muncul karena faktor 
dari luar dirinya sendiri (motivasi ekstrinsik). Motivasi belajar yang tinggi dari peserta didik akan tampak dari ketekunannya dalam belajar yang tidak 
mudah patah untuk mencapai keberhasilan meskipun banyak rintangan yang dihadapinya. Motivasi yang tinggi dari peserta didik dapat menggiatkan aktivitas bebelajarnya.

-   Perkembangan Moral dan Spiritual
   Perkembangan Moral dan Spiritual
Dalam kehidupan bermasyarakat termasuk masyarakat di lingkungan sekolah pasti mengenal moralitas, bahkan moralitas ini dijadikan sumber/acuan untuk 
menilai suatu tindakan atau perilaku karena moralitas memiliki kriteria nilai (value) yang berimplikasi pada takaran kualitatif, seperti: baik-buruk, benar-salah, pantas tidak pantas, wajar-tidak wajar, layak-tidak layak, dan sejenisnya. Moralitas dalam diri peserta didik dapat tingkat yang paling rendah menuju ke tingkatan yang lebih tinggi seiring dengan kedewasaannya. 
-   Perkembangan motorik.
    Perkembangan motorik merupakan proses yang sejalan dengan bertambahnya usia secara bertahap dan berkesinambungan, dimana gerakan individu meningkat dari keadaan sederhana, tidak terorganisir, dan tidak terampil, ke arah penguasaan keterampilan motorik yang kompleks dan terorganisir dengan baik.



Sumber bacaan:

https://jurnal.lp2msasbabel.ac.id/index.php/tar/article/download/1236/457/

https://ejournal.stitpn.ac.id/index.php/manazhim/article/download/638/443/