Laporan bacaan ketiga "Manajemen Kelas "

Nama : CHI-CHI FITRIANI
Nim : 12001346
Kelas : PAI 4i 

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

   Alhamdulillah pada kesempatan kali ini disini saya akan menyampaikan sedikit tentang hasil bacaan saya mengenai  " manajemen kelas " 


     Jadi bahwasanya mengenai Manajemen kelas ini sendiri berasal dari kata bahasa Inggris yaitu management, yang diartikan sebagai pengelolaan, yang berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Sementara yang dimaksud kelas secara umum diartikan sebagai sebagai sekelompok peserta didik yang ada pada waktu yang sama menerima pembelajaran yang sama dari pendidik yang sama. Disini saya mengutip pendapat dari seorang ahli yang bernama Sudarwan Danim ia mendefinisikan manajemen kelas sebagai seni atau praksis (praktik dan strategi) kerja, yaitu guru bekerja secara individu, dengan atau melalui orang lain (bekerja sejawat atau siswa sendiri) untuk mengoptimalkan sumber daya kelas bagi penciptaan proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

     pada dasarnya manajemen sekolah sendiri dilakukan sebagai usaha yang mana diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. yang dilakukan secara sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis. mengarah pada penyiapan bahan belajar, sarana prasarana pembelajaran, pengaturan ruang belajar, yang diarahkan untuk mewujudkan suasan pembelajaran yang efektif. untuk itu, dalam mewujudkan pengelolaan kelas yang efektif tidak terlepas dari namanya kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, serta memanfaatkan sumber daya-sumber daya secara optimal.

   kegiatan yang dengan sengaja dilakukan oleh guru dengan tujuan menciptakan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar di kelas. Manajemen kelas sangat berkaitan dengan upaya-upaya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar (penghentian perilaku peserta didik yang menyelewengkan perhatian kelas, pemberian ganjaran, penyelesaian tugas oleh peserta didik secara tepat waktu, penetapan norma kelompok yang produktif, di dalamnya mencakup pengaturan orang (peserta didik) dan fasilitas yang ada.

   Tujuan tidak lain ialah untuk mengatur 
kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan-kegiatan tersebut menunjang proses pembelajaran di lembaga pendidikan (sekolah); lebih lanjut, proses pembelajaran di lembaga tersebut (sekolah) dapat berjalan lancar, tertib dan teratur sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan
Manajemen kelas dimaksudkan 
untuk menciptakan kondisi di dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang baik, yang memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuannya. Kemudian, dengan manajemen kelas produknya harus sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Sedangkan tujuan manajemen kelas secara khusus dibagi menjadi dua yaitu tujuan untuk siswa dan guru. agar setiap anak dikelas dapat bekerja dengan tertib, sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.
setiap guru mampu menguasai kelas dengan menggunakan berbagai macam pendekatan dengan menyesuaikan permasalahan yang ada, sehingga tercipta suasana yang kondusif, efektif dan efisien.
   
   disini Adapun Beberapa Pendekatan dalam Manajemen Kelas ialah yang pertama ada; 

-   Pendekatan Kekuasaan
Pendekatan kekuasaan disini memiliki pengertian sebagai sikap konsistensi dari 
seorang guru untuk menjadikan norma atau aturan-aturan dalam kelas sebagai acuan untuk menegakkan kedisiplinan.
-    Pendekatan Kebebasan
Pendekatan ini juga perlu dilakukan oleh guru untuk dapat memanajemen kelas 
dengan baik adalah dengan melakukan pendekatan kebebasan. Artinya, guru harus membantu para siswa agar mereka bebas mengerjakan sesuatu dalam kelas, selama hal itu tidak menyimpang dari peraturan yang telah ditetapkan dan disepakati bersama.
-     Pendekatan Resep
Pendekatan resep sangat cocok dilakukan oleh guru sendiri. Dalam hal ini, kita perlu 
mencatat beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama mengajar di kelas. Ketentuan itu dibuat tidak semata-mata untuk kepentingan guru, melainkan juga untuk kepentingan pengaturan kelas.
-    Pendekatan Pengajaran
Kemampuan guru dalam membuat perencanaan pengajaran sekaligus 
mengimplementasikannya dalam kelas, merupakan pendekatan yang sangat efektif untuk dapat mengelola kelas yang baik.
-    Pendekatan Perubahan Tingkah Laku
 pengelolaan kelas dilakukan sebagai upaya untuk mengubah tingkah laku siswa di dalam kelas dari kurang baik menjadi baik. 
-    Pendekatan Sosio-Emosional
Sebuah kelas dapat dikelola secara efisien selama guru mampu membina hubungan 
yang baik dengan siswa-siswanya. 
-    Pendekatan Kerja Kelompok
Pendekatan kerja kelompok dengan model ini membutuhkan kemampuan guru dalam 
menciptakan momentum yang mendorong kelompok-kelompok di dalam kelas menjadi kelompok yang produktif.
-      Pendekatan Elektis atau Pluralistis
   Pendekatan elektis atau disebut juga pendekatan pluralistis, yaitu pengelolaan kelas dengan menggunakan berbagai pendekatan yang memiliki potensi menciptakan proses belajar-mengajar agar dapat berjalan secara efektif dan efisien. 
       
     Sehingga Kemampuan mengelola proses belajar mengajar yang baik akan menciptakan situasi yang memungkinkan anak untuk belajar, sehingga merupakan titik awal keberhasilan pengajaran. Siswa dapat belajar dalam suasana wajar, tanpa tekanan dan dalam yang merangsang untuk belajar. Dalam kegiatan belajar mengajar siswa memerlukan suatu yang memungkinkan dia berkomunikasi secara baik, meliputi komunikasi guru-murid, murid-murid, murid-lingkungan, murid-bahan ajar dan murid dengan dirinya sendiri.

   Peran seorang guru pada pengelolaan 
kelas sangat penting khususnya dalam 
menciptakan suasana pembelajaran yang 
menarik. Itu karena secara prinsip, guru 
memegang dua tugas sekaligus masalah pokok, yakni pengajaran dan pengelolaan kelas. Tugas sekaligus masalah pertama, yakni pengajaran, dimaksudkan segala usaha membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sebaliknya, masalah pengelolaan berkaitan dengan usaha untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

   Disini saya juga mengutip pendapat dari salah satu ahli yang bernama Sugito (2003:70) ia berpendapat bahwa manajemen kelas yang efektif dan efisien ini akan mewujudkan proses pembelajaran yang efektif pula yang ditandai oleh sifatnya yang menekankan pada pemberdayaan siswa secara efektif. Maksud pernyataan tersebut dengan bahwa pembelajaran bukan sekedar memorasi, bukan pula sekedar penekanan dada penugasan pengetahuan tentang apa yang diajarkan, tetapi lebih menekankan pada internalisasi tentang apa yang diajarkan sehingga tertanam dan berfungsi sebagai muatan nurani dan dihayati serta dipraktekkan dalam kehidupan siswa. Pembelajaran efektif juga akan melatih dan menanamkan sikap demokratis pada siswa. Bahkan pembelajaran efektif juga lebih menekankan pada bagaimana agar siswa mampu belajar cara belajar (learning to learn). Melalui kreatifitas guru dalam mengelola kelas, pembelajaran di kelas menjadi sebuah aktivitas yang menyenangkan (joyfull learning) dan tentu saja akan membangkitkan motivasi belajar siswa yang memusatkan pada kebutuhan aktualisasi diri mencapai prestasi dengan sendirinya, perwujudan pembelajaran efektif dalam memberikan kecakapan hidup (life skill) kepada siswa.

   Untuk itu, dalam mewujudkan manajemen kelas yang efektif maka perlu melakukan perencanaan yang matang mengenai strategi pembelajaran, fasilitas yang diperlukan serta sistem pengaturannya, budaya kelas, dan sistem evaluasi untuk mengukur keberhasilan manajemen kelas. Terkait dengan pendidik dalam hubungannya dengan pelaksanaan manajemen kelas, maka pendidik harus menciptakan suasana kelas yang kondusif, menjadi manajer kelas yang efektif, menjadi leader kelas, menjadi pembimbing peserta didik, mengendalikan disiplin kelas, menata lingkungan fisik kelas. keterampilan dalam manajemen kelas terbagi dua. Pertama, keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal. Kedua, keterampilan yang berhubungan dengan pengembangan kondisi belajar yang optimal.



Referensi 
https://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/tjmpi/article/view/392/309

https://jurnal.staialhidayahbogor.ac.id/index.php/ei/article/view/21/16